Rabu, 18 April 2012

Pantai Ujung Gelam Karimunjawa

Tanggal 10 April 2012, pukul 11.19 sampailah kita di pantai Ujung Gelam, pantai ini di pinggir pantainya terdapat batuan kuarsa di sepanjang bibir pantai dan vegetasi yang menutupi pantai ini adalah pohon Kelapa dan semak belukar. Akumulasi keadaan angin sepoi-sepoi dan kencang menambah semakin indahnya pantai ini. Di pantai ini plakat nama pantainya aja cukup sederhana, namun keindahan tempat ini membuat kita tidak peduli akan hal itu.
Pantai Ujung Gelam
pengukuran kecerahan air laut dan kecepatan arus gelombang
Pengukuran pun langsung dilakukan, pantai Ujung Gelam sangat bersih dan eksotis. Gradasi warna biru air lautnya seperti lukisan indah yang terhampar lepas. Ukuran halus pasir putihnya hasil erosi akumulasi pecahan karang yang telah berjalan terus menerus. Nafsuku ingin berlama-lama di tempat ini, aku tidak ingin meninggalkan tempat seindah ini. Akhirnya hanya dengan mengambil sebuah kenangan dengan mengambil foto ditempat ini.
foto ber-carrier di pantai Ujung Gelam
Kemudian perjalanan kita lanjutkan, setelah kita melewati jalan setapak di tengah-tengah vegetasi hutan pantai terlihat kita sampai di Pantai Ujung Gelam lagi, ternyata pantai ini terdiri dari dua titik. Bedanya yang titik kedua ini telah ada parkir motornya, dan pantai ini memiliki garis pantai yang panjang. Di pinggir-pinggir pun banyak yang menjajakan gorengan, es degan ijo serta makanan dan minuman lainnya.
pengukuran kecepatan arus gelombang
Di lokasi pantai Ujung gelam ini, kita sangat menikmati karena waktu telah menunjukkan tengah hari dan sangat panas, sehingga istirahat kita ditempat ini cukup lumayan. Aku dan Anes bisa puas-puas mengambil gambar dan membuat video, wuaa akhirnya mimpi kita tercapai Nes, kita bisa menyeberang ke Pulau Karimunjawa.
Anes dan momonway membuktikan mimpi kita
Kita menggunakan binokuler yang dibawa PakTaka, diseberang laut lepas sana, kita melihat adanya perahu yang sepertinya berjalan kea rah pantai yang kita tempati sekarang. Dari pengamatan binokuler yang aku gunakan aku tebak bahwa awak kapal terdapat 6 orang, ternyata pengamatan itu belum tepat. Setelah perahu merapat terdapat sekitar 7 orang, he he. Kemudian kita saling menyapa dan ngobrol bersama.
pengamatan dengan binokuler
Pantai Ujung Gelam menjadi saksi bahwa Aku, Anes, Dimas, PakTaka, dan Baskoro pernah menapakkan jejak langkah kaki di pasir putih nan halus. Mungkin bekas jejak kaki kita, telah dihapus oleh deburan gelombang laut, namun memori otak kita akan selalu mengenang keindahan pantai Ujung Gelam yang memiliki garis pantai lurus dan panjang sempurna. Segera kita cabut dari tempat indah ini, pantai yang membuat hatiku tenang dan nyaman.
Kita ber-5 menjadi keluarga di pulau nan indah ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar