Sabtu, 21 Februari 2015

Berburu Sayuran Pakis di Hilir Temalang Long Berang

Jumat, 7-3-2014 setelah pulang sekolah kami diajak untuk pergi mengambil pakis di hilir Temalang. Sebenarnya ini untuk mengganti janji siswa kami Alex yang waktu itu akan mengantarkan kita mencari pakis di Long Simau di hari kamis. Memang di hari sebelumnya, kita guru-guru SMP & SMA sempat dikecewakan oleh Alex, namun untuk hari Jumat siang ini dia akan mengobati kekecewaan kami. Alex sudah bersiap untuk mengantarkan kami menuju hilir Temalang mencari tanaman pakis dan Lombok.

Kami guru-guru SMA baru pulang pukul 12.00 untuk itu biar kami bisa makan cepat, kami hanya menggoreng telur dan makan siang. Semua serba disiapkan dengan cepat, agar teman-teman guru yang lain tidak terlalu menunggu lama. Jam 12.30 dibawah terik matahari kita semua bersiap untuk turun menuju perahu, saat itu kami berdelapan orang yaitu bu Mer, bu Lia, bu Yumnas, kak Dwi, kak Ika, aku Amin Fitriyah, Andian kecil sang juru batu, dan siswa kami Alex sang motorist ketinting kami. Saat itu kami menggunakan perahu ketinting SMA N 11 Malinau.
Bersama rekan-rekan guru mendorong perahu Ketinting yang akan kita pakai
Kondisi air sungai saat itu sangat jernih, karena sudah sekitar 1 minggu tidak turun hujan dan arus sungai sangat begitu kecil, untuk itu sebelum kita berangkat kita harus menarik perahu yang telah diparkir di tepian. Karena kami semua banyak yang perempuan, sangat berat untuk menarik perahu, untungnya Anrison (siswa SMA kami) sedang lewat. Dia sudah paham apa yang harus dilakukan, kemudian dia menepikan perahunya dan ikut membantu menarik perahu ketinting kami. Setelah berhasil saatnya memulai perjalanan menuju ke hilir. *Bismillah….
Duduk di belakang dengan motorist murid kami *Alex
Aku memilih untuk duduk di perahu paling belakang dekat dengan sang motorist (Alex). Seperti biasa moment-moment seperti ini selalu aku abadikan dengan membuat video dan mendokumentasikan berbagai foto, serta menceritakannya dengan menuliskannya di blog perjalananku ini.

Di setiap rute perjalanan menyusuri sungai dengan menggunakan ketinting, merupakan moment yang menyenangkan, kembali merasakan perpaduan antara jernihnya sungai, batu-batuan dan hijaunya hutan hujan tropis Kayan Mentarang, benar-benar refresh menyejukkan. Alex sengaja menggoyangkan perahu ke kanan dan ke kiri, membuat perahu tidak imbang sehingga saat melewati giram-giram kecil banyak air yang masuk mengenai kami. “Hati-hati ya Alex, awas kau ya sengaja mengerjai kami”. Dia balas dengan tertawa lebar, senang karena bisa mengerjai kami.

Sebelum sampai di hilir Temalang, kita berhenti di jalur anak sungai kecil untuk mengambil Lombok. Namun untuk mencapai ke tanaman Lombok ini kita harus jalan menyusuri sungai kecil berbatu dan kadang harus terjun ke dalam air yang cukup berlumpur dan dalam. Menurutku ini sungguh merupakan perjalanan yang sensasional, masuk ke hutan melalui jalur anak sungai kecil berbatu, dengan diapit hutan yang benar-benar lebat. Kadang kita terpeleset dan masuk ke arus sungai, namun kita malah tertawa sendiri. Setelah menyusuri sekitar 15 menit jalan kaki, aku pikir kita sudah sampai di ladang Lombok yang banyak. Namun kita dikejutkan oleh tanaman Lombok yang hanya 2 pohon. Kali ini Alex benar-benar mengerjai kami, aku pun pingin marah, namun aku tetap senang karena ini adalah perjalanan yang luar biasa. Berarti kita rela untuk jalan di medan berbatu, terpeleset, basah-basahan demi untuk mencari 2 tanaman Lombok. *Ha ha ha…. Benar-benar mencengangkan.

Alhamdulillah untungnya 2 pohon cabai ini lebat berbuah, sehingga langsung kita serbu habis, kita tidak memandang yang sudah tua maupun masih muda, mengingat perjuangan kita menuju lokasi ini. setelah selesai kita segera kembali menuju posisi perahu ketinting di sungai besar, dengan jalan kaki kembali, tentunya dengan ekstra hati-hati.

Saatnya melanjutkan perjalanan kembali menuju ladang tanaman pakis, kita menuju ke hilir kembali. Tidak begitu lama, tiba-tiba setelah melewati tikungan sungai, kemudian Alex kembali memarkir perahu ketinting kami. Kemudian kita turun mengikuti jejak kakinya dan mengambil beberapa tanaman pakis. Masuk ke semak-semak hutan, untungnya saat itu sedang kemarau sehingga tidak ada hewan pacet yang mengganggu kami. Tanaman pakis di tempat ini tidak terlalu banyak dan kami hanya bisa mengambil beberapa tanaman saja. Kemudian Alex mengambil buah *Telesep untuk kami, agak aneh buah ini seperti jantung pisang, namun didalamnya ada beberapa buah biji yang bisa diambil. Buah ini harum, setelah dibuka terlihat biji-biji hitam kemudian aku mencoba untuk merasakannya. Rasanya *hmm…. asam manis luar biasa. Ternyata kami ketagihan, hehe.
di pinggir sungai Mentarang Hulu yang jernih
Segera kami kembali ke pinggir sungai sambil memakan buah Telesep ini. sedangkan yang lain berenang mandi, namun aku dan kak Ika makan buah Telesep sambil foto-foto di pinggir sungai yang ada batang pohon besarnya. Setidaknya tempat ini bisa menjadi site foto yang menarik.

Kemudian Alex membawa kami kembali menuju hilir Temalang, dan ternyata sangat banyak tanaman pakis. Tinggal memetik pucuk daun muda pakis dengan mudah, kami bertiga berhasil mengumpulkan pakis 1 karung, Alhamdulillah lumayan juga. Kemudian setelah berhasil mengumpulkan pakis, segera kita kembali ke perahu, lalu Alex membawa kami pulang ke hulu, di seberang sungai terlihat pohon durian yang sedang banyak berbuah namun pohonnya begitu tinggi dan besar. Kemudian Alex meminggirkan perahu untuk ke sekian kalinya, kebetulan tempat pemberhentian kami pemandangannya cukup bagus. Sembari Alex dan bu Mer mencari durian, kita menunggu hasil durian sambil foto-foto. Bu Mer berhasil mendapatkan 1 buah durian namun sudah dalam kondisi tidak baik. Kemudian Alex memberikan 1 buah durian yang masih sangat kecil, yaa lumayan, upaya pencarian buah durian ini bisa kita manfaatkan untuk foto-foto.
panorama akumulasi sungai, padang rumput, air yang jernih begitu indah
Saatnya melanjutkan perjalanan kembali ke hulu, kami meminta ke Alex untuk mampir di anras untuk berenang. Untungnya Alex ini adalah siswa kami yang baik, dia mau menuruti segala keinginan kami. Mandi berenangdi tepian sungai yang jernih merupakan moment yang menyenangkan. Kemudian Alex segera naik perahu dan kembali menjalankan mesin kembali ke hulu.
kami adalah rekan guru pengajar di Long Berang (dari berbagai etnis)
Di perjalanan kami bertemu teman-teman PKM yang sedang menyelam mencari ikan, Alex lalu menawrkan tumpangan untuk mereka. Padahal ada sekitar 4 orang (kak Ibing, kak Dendi, om Erwin, dan Ombet) menurutku ini rekor muatan ketinting yang paling banyak yaitu 12 orang. Berharap di dalam hati, Alex bisa mengemudikan perahu dengan baik, agar kita semua bisa selamat sampai mes kofol Long Berang. Perahu berjalan agak lambat, karena muatan perahu cukup berat, akhirnya setelah melewati satu tikungan sungai  komlek kofol Long Berang sudah mulai terlihat. Sampailah kita semua dengan selamat, dan hari itu merupakan hari yang luar biasa bagi kami. *Enjoy in every moment ^ ^.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar