Rabu, 25 Juli 2012

Bakso Ikan dan Es Palu Butung

Rasanya momon masih punya hutang untuk menceritakan kuliner masakan yang khas di Pulau Karimunjawa. Setelah satu bulan aku tidak mengunjungi laman blogku ini, akhirnya aku mau belajar menulis lagi teman-teman. Reminder ingatanku masih membekas dengan sajian makanan yang satu ini yakni bakso ikan. Biasanya kalo di Jogja atau tempat dimana aja, kalau bakso itu identik dengan daging sapinya, atau urat sapinya. Nah, ini berbeda ketika di pulau Karimunjawa ini ada sajian bakso ikan yang tentunya patut untuk dicoba.
bakso ikan khas Karimunjawa
Lima mangkuk bakso sudah di depan kita, kita duduk melingkar tepatnya di pinggir alun-alun di Kecamatan Karimunjawa, merupakan pemandangan yang tidak sama seperti biasanya karena dari alun-alun ini kita langsung bisa melihat pemandangan tepi pantai yang dipenuhi berderet-deret perahu motor nelayan dan perahu-perahu lainnya yang biasa untuk mengantarkan para
wisatawan. Namun sayangnya pemandangan waktu itu berangsur menghilang karena sudah petang. Semburat senja sore yang indah pun sudah berlalu, tiupan angin pinggir pantai yang begitu kencang mengibarkan semua yang ada di alun-alun itu. Termasuk mengibarkan semangat kami untuk segera menyantap habis bakso ikan.
di pinggir alun-alun Karimunjawa
Sambil menyantap mangkuk masing-masing, mulut-mulut pun memberikan opininya mengenai bakso ikan ini. Ada yang bilang biasa aja, terlalu kenyal, agaknya seperti diberi formalin, tapi yang jelas aku senang karena untuk pertama kalinya makan bakso ikan ini ditempat yang spesial tentunya. Walaupun argument yang berbeda-beda dari rasa bakso tersebut, nyatanya semua mangkuk sudah bersih, itu pertanda bahwa perut kita masing-masing merasakan lapar yang sama. Agaknya hari pertama untuk beradaptasi di Karimunjawa menjadi suatu yang tidak sulit bagi kami, hari pertama yang menyenangkan tentunya.
es pisang ijo/palu butung

Sepaket dengan penjualnya, ternyata juga menyediakan es pisang ijo atau bisa dikenal di Jogja seperti es palu butung. Akhirnya karena pingin kita pesen juga 4 mangkuk, yang menandakan ada 1 mangkuk untuk berdua yakni aku dan anes. Angin yang bertiup membawa hawa laut yang dingin, ditambah sebongkah es batu yang ada di mangkuk menambah segarnya momen waktu itu. Sepertinya kebersamaan kita berlima pada waktu itu telah disaksikan Sembilan mangkuk yakni 5 mangkuk bakso ikan dan 4 mangkuk es pisang ijo di pulau yang memiliki berbagai pantai nan indah ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar