Selasa, 24 September 2013

Refreshing Sejenak di Air Terjun Kembar Long Berang Mentarang Hulu

Minggu, 22-9-2013 pagi jam 5.30 kita sholat subuh dan mencuci pakaian, karena kita belum memiliki minyak tanah kita harus membeli di kampung yang jarak dari mess sekolah kita harus berjalan kurang lebih 1 km. Setelah minyak kita dapatkan segera kita memasak nasi, tumis tempe dan menggoreng telur. Siang itu adalah makan siang pertama kita di desa Long Berang yang sungguh sangat nikmat luar biasa. Kemudian kita mandi dan diajakin oleh Pak Bustang menuju air terjun Kembar di Long Berang. 
jalan menuju kampung desa Long Berang dipinggir terlihat sungai Mentarang
Jam 14.00 kita mulai perjalanan menuju air terjun Kembar dengan jalan kaki, kita melewati perkampungan, SD dan juga jembatan gantung. Ternyata untuk menuju air terjun ini kita harus menyusuri sungai kecil yang dangkal dan airnya jernih. Pemandangan di kanan-kiri sungai adalah hutan hujan tropis basah yang sangat lebat. Tentunya dengan suasana yang sangat asri dan indah, *saatnya petualanganku dimulai dari sini.
 
sungai di Long Berang di percabangan sungai Mentarang
Menyusuri sungai kecil yang dangkal ternyata tidak mudah juga, sesekali tergelincir batuan yang licin sehingga hampir jatuh ke sungai, kadang harus naik-turun igir-igir sungai. Butuh waktu sekitar 30 menit perjalanan dengan jalan kaki untuk menuju air terjun Kembar ini, sampai di lokasi kita baru tau kalau air terjun ini ada 2 dan memiliki ketinggian yang sama dan bermuara di satu tempat, untuk itu masyarakat setempat menamainya dengan sebutan *air terjun Kembar. 
air terjun kembar
Tadinya kita sampai di air terjun ini hanya 6 orang kemudian banyak penduduk yang ikut sehingga ada sekita 12 orang dan semuanya terjun merasakan dinginnya air terjun Kembar ini. Kata penduduk lokal kalau pengunjung yang datang harus mandi dan merasakan air terjun ini, pada awalnya kita yang perempuan tidak mau mencoba untuk menceburkan diri, namun karena dipaksa dan tidak enak untuk menolak akhirnya aku dan Dwining menceburkan diri ke dalam air terjun, *seru juga.
 
menceburkan diri di air hehe
Setelah puas basah-basahan dan foto bersama kemudian kita segera kembali ke mess sekolah untuk bersih-bersih diri dan makan malam. Ternyata malam nanti ada acara nonton bareng final piala AFF U-19 antara Indonesia dengan Vietnam, kebetulan lokasi untuk nonbar ini ada di depan mess sekolah kami. Wajar kalau disini ada acara nonton bersama karena tidak ada listrik dan hanya memakai genset, sehingga TV disalurkan dengan LCD dan menggunakan layar yang lebar, setelah jam 20.00 penduduk sekitar berdatangan untuk menonton pertandingan tersebut padahal jam 21.00 WITA pertandingan baru dimulai, namun penduduk sudah ramai berdatangan. Kita sebagai pendatang baru ikut menyaksikan pertandingan ini, walaupun besok pagi hari Senin dan kita harus upacara bendera pagi-pagi. Serunya menonton pertandingan sepak bola baru aku rasakan malam ini, tidak tau kenapa bersama suku Londayeh yang tentunya berbeda bahasa dan budaya namun kami bisa menyatu begitu saja. Pertandingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh tim Indonesia dengan adu tendangan pinalti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar