Rabu, 30 September 2015

Sanddune Barchan Gumuk Pasir Parangtritis

Setelah sekian lama, jarang sekali aku posting blog. Kemana saja aku selama ini? Saat masih menjadi mahasiswa yang idealis, dan punya partner jalan-jalan, pernah liar bermimpi ingin sekali menjadi seorang *travel writer. Mungkin sekarang sudah kebentur dengan berbagai macam realita keadaan. 
Ingin sekali rasanya mengembalikan ruh motivasi mennulisku selama ini, jadi ingat kata-kata "Mulailah menulis, tidak peduli apa, air tidak mengalir sampai keran dihidupkan. (Louis L'Amar)

Minggu, 6 September 2015 setelah menjalani aktivitas sebagai mahasiswa PPG SM3T, rasanya penat juga dengan segala macam rutinitas yang ada. Butuh refreshing sejenak. Memang sudah lama sekali juga aku enggak jalan-jalan. Entah hanya untuk explore kulonprogo ataupun ke tempat wisata yang lagi hits di media sosial. Feelnya sudah gak seperti dulu lagi, entah mood apa yang sedang aku alami.
gumuk pasir Parangtritis
Kebetulan saat di rumah, mb Watie ngajakin berangkat kondangan di tempat temen. Setelah kondangan, kita langsung cuss ke destinasi tempat yang membuatku merasa spesial. Tidak tahu kenapa gurun pasir Parangtritis selalu membuat hatiku berdesir. Aku suka bentukan sanddune gumuk pasir barchan. Mungkin saat berada di site ini, aku merasa seperti berada di belahan dunia negara lain. Pernah terobsesi suatu saat ingin sekali ke lembah Mediterania. Ingin sekali ke Turki, hehe.
let's to hijrah
Akumulasi bentukan morfologi yang ada, yaitu hamparan gumuk pasir, di sebelah selatan samudera hindia, dan dari sisi sebelah timur dengan background escarpment bukit karst yang kokoh. Alam memang selalu menunjukkan keindahannya. Kajian geografis memang sangat menyenangkan saat kita pelajari langsung di alam. Gumuk pasir ini merupakan gurun tropis, pemerintah sudah menetapkan sebagai geopark herritage. Perlu diketahui bahwa gumuk pasir Parangtritis ini hanya ada satu di bagian Asia Tenggara. Jadi sebagai manusia yang beriman kita wajib menjaga keberlangsungannya. Menjaga gumuk pasir ini tetap terjaga dengan keberadaannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar