Senin, 05 Januari 2015

Pesta Kebun Di Air Terjun Besar Long Berang

Minggu, 20-10-2013 kita diajakin refreshing oleh teman-teman guru SMP N 1 Mentarang Hulu, yaitu pak Berly dan Pak Bustang. Kita diajakin untuk bakar-bakar ayam di air terjun, ternyata air terjun yang ada di Long Berang ini ada 2 tempat, dan tempat yang pernah kita kunjungi adalah air terjun kembar Long Berang. Sebelumnya kita berpikir untuk bakar-bakar ayam nanti di air terjun kembar, ternyata dugaan kita salah yaitu kita diajakin menuju air terjun besar. Sehingga perjalanan menuju lokasi air terjun ini harus menggunakan ketinting *perahu kayu kecil. Perjalanan air sungai ini merupakan perjalanan yang menegangkan terutama bagi yang tidak pandai berenang seperti kami. Jadi pelampung merupakan bagian perlengkapan perang yang wajib harus kami kenakan, hehe.
Semakin bersahabat dengan alat transportasi ini *Ketinting
Kita berangkat jam 14.00 sudah ada 2 ketinting yang siap membawa kami pergi jalan-jalan. Terlihat sang motoris adalah siswa-siswa SMP kami yaitu Lasung dan Doni, badan mereka terlihat masih sangat kecil namun diusia dibawah 15 tahun mereka sudah pandai dalam menahkodai perahu kayu kami. Perjalanan pun dimulai, saatnya kembali merasakan perjalanan sungai yang menakjubkan melewati jeram-jeram batu besar dan giram. Sehingga kapal pun sudah terbiasa bergoyang ke kiri dan ke kanan. Untuk mencapai ke air terjun ini kita berjalan ke hulu jadi perahu harus melawan arus. Masing-masing dari kami sudah berdoa di dalam hati, semoga perjalanan kali ini lancar.
Ketinting dipinggirkan dulu untuk beli bensin ^ ^
Kita harus mengisi bensin ketinting terlebih dahulu, jadi perahu sering merapat ke tepian sungai untuk berhenti kemudian perjalanan kita lanjutkan. Setelah perahu berjalan sekitar 20 menit sampailah kita di lokasi air terjun, namun untuk menuju lokasi air terjun ini kita harus berjalan masuk kedalam huan sekitar 5 menit saja, jadi tidak terlalu jauh masuk ke dalam hutan. Sesampainya kita di lokasi air terjun ini tempatnya benar-benar teduh dan bagus. Air terjunnya pun cukup lumayan besar sehingga cipratan-cipratan air yang dihasilkan sangat segar dan fresh.
Bakar ayam ala suku Dayak Lundayeh
Persiapan dari rumah kita sudah membawa 2 ekor ayam yang sudah direbus sehingga sesampainya di air terjun kita tinggal membakarnya saja. Tidak perlu membawa panggangan karena kita menggunakan apa yang sudah disediakan oleh alam. Kita mengambil kayu di pinggir sungai, dua batu besar, dan batang pohon seperti pohon salak namun sangat besar, dahan kayunya bisa kita gunakan untuk menusuk daging ayam dan kita tata secara horizontal diatas bara api kemudian daging ayam yang sudah diberi bumbu masak dan kecap kita taruh diatasnya. Benar-benar sangat keren memanggan daging ayam di pinggir air terjun, mungkin jika aku tidak di tempat ini, aku tidak pernah merasakan moment indah seperti ini. Bau harumnya daging yang terpanggang semakin membuat kami lapar. Kami juga membawa bawang putih, bawang merah dan cabai untuk dijadikan sebagai sambal kecap, kita iris-iris di pinggir air terjun.
wajib basah di air terjun
Setelah proses pembakaran selesai, saatnya kita menikmati makan bersama karena sebelumnya kita sudah membawa bekal nasi yang cukup. Benar-benar sensasi yang nikmat makan di dekat derasnya air terjun besar Long Berang yang indah. Setelah selesai makan kita segera mandi dan berenang bersama di dasari air terjun. Teman SM3T kami si Dwining dia berenang dengan menggunakan pelampung dan kami pun berfoto-foto ria. Bagi yang tidak mau mandi kita tarik semuanya untuk merasakan basah-basah di air. Kita pun menikmati moment itu dan gembira bersama.
Moment yang indah bersama mereka
Jam 16.00 kita segera kembali pulang, namun kita mampir sebentar di percabangan Sungai Mentarang kita foto-foto dan mandi basah-basahan di sungai kemudian melanjutkan perjalanan pulang kembali menuju mes sekolah kami. Hari minggu kali ini menjadi moment yang sangat menyenangkan. Happy Sunday in the middle of Long Berang ^ ^.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar